Sabtu, 30 Mei 2020

Desain Pembelajaran Online learning

Dalam situasi pandemi covid 19, pembelajaran online sangat populer dikalangan orang tua, siswa, apa bagi para pendidik, semuanya sibuk dengan posisinya masing-masing, yang orang tua sibuk membantu anaknya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya di samping juga menyiapkan pulsa untuk membeli paketan, anaknya juga sibuk mencari materi yang digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang di berikan oleh gurunya, demikian juga gurunya tak kalah sibuk untuk menyampaikan materi yang biasanya ia sampaikan melalui tatap muka dengan siswanya

Mari Bernyanyi

Bernyanyi dengan banyak suara atau vokal grup harus memperhatikan harmoni atau keselarasan. Sebagai latihan, bernyanyi dengan banyak suara dapat dilakukan dengan berbagai teknik, di antaranya akapela, kanon, dan vokal grup atau paduan suara.

1.Bernyanyi dengan Teknik Akapela

Akapela adalah bernyanyi dengan banyak suara tanpa iringan instrumen musik. Meskipun demikian, di antara para vokalis tersebut ada yang bertugas menyuarakan nada-nada melodis dan ada yang menyuarakan nada-nada ritmis dan harmonis. Vokal melodis adalah vokal yang memainkan melodi lagu dan mengucapkan liriknya, sedangkan vokal ritmis dan harmonis adalah vokal yang memainkan irama. Vokal yang memainkan nada-nada ritmis. Misalnya mengucapkan bunyi-bunyi seperti suara drum, tamborin, atau gendang.

2.Bernyanyi dengan Teknik Kanon

Bernyanyi dengan teknik kanon adalah bernyanyi susul-menyusul. Dalam teknik ini, terdapat dua kelompok yang akan menyanyikan bait lagu dengan cara susul-menyusul. Misalnya, dalam kelas yang terbagi dalam dua kelompok, mereka akan membawakan lagu "Burung Hantu" dengan teknik berikut ini.

Kelompok 1: Matahari terbenam hari mulai malam

Kelompok 2: Matahari terbenam hari mulai malam

Kelompok 1: terdengar burung hantu suaranya merdu

Kelompok 2: terdengar burung hantu suaranya merdu

Kelompok 1: ku ku ku ku ku ku ku ku ku ku

Kelompok 2: ku ku ku ku ku ku ku ku ku ku

3.Bernyanyi dengan Vokal Grup dan Paduan Suara

Jika disajikan dalam bentuk solo dan unisono, sebuah lagu dapat dibawakan dengan satu suara dengan diiringi instrumen tanpa perlu penggarapan lebih lanjut. Akan tetapi, jika lagu tersebut disajikan dalam bentuk yang lain seperti duet, trio, kuartet, vokal grup, atau paduan suara, tentu diperlukan penggarapan berupa aransir untuk menciptakan harmoni yang indah. Untuk itu, diperlukan pengetahuan tentang interval dan akor.

Dalam paduan suara, kita mengenal paduan suara dengan jenis vokal yang sama (vokal anak-anak semua, vokal perempuan dewasa semua, atau vokal laki-laki dewasa semua), dan ada pula paduan suara dengan jenis vokal campuran (anak-anak dan dewasa, laki-laki dan perempuan). Oleh karena itu, untuk mengaransir lagu keperluan paduan suara, jenis vokal sangat perlu mendapat perhatian. Tujuannya adalah supaya nada-nada yang digunakan sesuai dengan jangkauan nada penyanyinya.

JENIS SUARA MANUSIA

Pembagian jenis suara manusia ditentukan berdasarkan jangkauan nada yang mampu dicapai. Ada orang yang dapat mencapai nada-nada tinggi, tetapi ada pula yang hanya mampu menjangkau nada-nada rendah sampai sedang. Kemampuan manusia menjangkau nada-nada itu disebut sebagai ambitus.

Ambitus anak-anak dan orang dewasa berbeda sehingga suara anak-anak juga berbeda dengan suara orang dewasa. Berikut pembagian jenis suara manusia berdasarkan ambitusnya.

1. Anak-anak, Suara anak-anak dibedakan menjadi dua, yaitu suara tinggi dan suara rendah.

2. Dewasa, Suara orang dewasa dibedakan menurut jenis kelaminnya. Suara perempuan dibedakan menjadi tiga macam, yakni sebagai berikut.

a. Sopran (tinggi),Suara sopran adalah jenis suara wanita dengan ambitus tinggi. Suara sopran mampu menjangkau antara nada C4 sampai G5.

b. Mezosopran (sedang),Suara mezosopran adalah jenis suara wanita dengan ambitus sedang. Jangkauan nada suara mezosopran berada antara suara alto dan sopran, yaitu antara A3 sampai A5.

c. Alto (rendah),Suara alto merupakan jenis suara wanita dengan ambitus rendah. Jenis suara ini hanya mampu menjangkau nada F sampai D2.

Suara orang dewasa pria dibedakan menjadi tiga macam juga, yaitu sebagai berikut.

a. Tenor (tinggi)

Suara tenor adalah suara pria dewasa dengan rentang ambitus yang paling tinggi. Nada yang mampu dicapai oleh penyanyi tenor adalah B sampai G1.

b. Bariton (sedang), Suara bariton adalah jenis suara pria dewasa yang rentang ambitusnya antara nada A hingga F1.

c.  Bas (rendah),Suara bas adalah suara pria dewasa dengan rentang ambitus rendah. Suara bas mampu menjangkau rentang nada antara E dan C1.

Dalam paduan suara, susunan suara ditentukan dengan memperhatikan harmoni yang diharapkan.

Bernyanyi Unisono

Bernyanyi secara Unisono kelas 7

Kita sering melihat sekelompok orang menyanyikan sebuah lagu bersama-sama dengan satu suara, itulah yang dinamakan kelompok unisono. Bernyanyi unisono adalah bernyanyi satu suara seperti menyanyikan melodi suatu lagu. Partitur lagu bernyanyi unisono hanya melodi pokoknya saja. Lagu daerah yang merupakan warisan budaya dapat dinyanyikan secara unisono.

1. Menyanyikan Lagu Daerah Secara Unisono

Warisan budaya Indonesia beraneka ragam. Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan dan warisan budaya Indonesia. Warisan budaya Indonesia yang diakui dunia (UNESCO) dan dikelompokkan menjadi, warisan alam, cagar alam atau situs, dan karya tak benda, sehingga harus kita lestarikan dengan cara mempelajari dan menyanyikannya

2. Teknik Vokal

Untuk bisa menyanyi dengan baik haruslah menguasai teknik vokal dalam bernyanyi, berikut ini beberapa teknik vokal yang harus  diperhatikan dalam bernyanyi :

a. Intonasi

Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada (pitch).yang harus dijangkau dengan tepat. Intonasi merupakan salah satu latihan dasar yang penting bagi seorang penyanyi karena bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara jernih, nyaring, dan enak didengar. Untuk membentukintonasi yang baik, diperlukan:

Pendengaran yang baik. Pendengaran yang baik sangat membantu seseorang dalam menghasilkan nada-nada yang jernih dan pitch.

Kontrol Pernafasan.Mengontrol penerapan teknik pernafasan dilakukan terutama untuk dapat mencapai nada-nada tinggi maupun nada-nada rendah secara optimal.

Rasa Musikal.Perasaan musikal harus dikembangkan pada penyanyi agar dapat mengikuti tempo, gerak, irama, maupun mengembang nada pada saat bernyanyi.

Teknik latihan:

Lakukan bahan latihan di atas dengan tempo lambat, kemudian secara bertahap meningkat kecepatannya.

Lakukan latihan dengan teknik humming (bergumam).

Pergunakan syair yopel (tanpa makna) untuk sekedar melatih vokalisasi.

Dalam latihan sebaiknya diiringi alat musik harmonis, seperti: gitar, piano, organ, pianika, atau alat yang lain untuk melatih pendengaran dan pitch.

b. Artikulasi

Artikulasi adalah cara mengucapkan kata-kata yang baik dan jelas. dalam menyanyi agar pesan lagu dapat dimengerti  dan dipahami pendengar. Bentuk atau sikap mulut sewaktu menyanyi sangat mempengaruhi pembentukan nada yang dihasilkan. Artikulasi yang baik tergantung dari cara membuka mulut masing- masing penyanyi.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan artikulasi yang baik adalah sebagai berikut:

1) Sikap Badan

Sikap badan yang benar akan dapat membantu memperlancar sirkulasi udara sebagai pendorong utama terciptanya suara manusia. Sikap badan yang baik dalam bernyanyi adalah:

duduk atau berdiri dengan sikap badan selalu tegak, bahu agak ditarik ke belakang,

badan dalam keadaan tidak tegang (rileks),

bila berdiri, kaki sedikit direntangkan dengan kepala sedikit diangkat.

2) Posisi Mulut

Bentuk dan posisi organ-organ mulut waktu memproduksi suara sebaiknya sebagai berikut:

mulut dibuka selebar tiga jari vertikal,

gigi seri atas tertutup setengah bagian oleh bibir atas,

bibir bawah menekan gigi seri bawah,

aliran udara diarahkan ke langit-langit keras,

lidah jangan terlalu ditarik ke belakang untuk menghindari suara

Latihan Vokalisis

Phrasering

Phrasering adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Tujuan phrasering adalah agar dapat memenggal kalimat musik lebih tepat sesuai dengan isi kalimat. Dengan demikian usaha untuk mengungkapkan suatu lagu dapat lebih mendekati kebenaran yang terkandung di dalamnyasesuai dengan pesan lagu tersebut.

d. Vibrasi

Teknik menyanyi dengan viberasi adalah bernyanyi dengan cara menggetarkan bagian pita suara melalui rongga tenggorokan. Bernyanyi dengan teknik viberasi sebenarnya bisa kita latih dengan cara menyanyikan dua notasi dengan ketinggian berbeda. Mula-mula kita nyanyikandua notasi  yang berbeda itu dengan cara legato dan tempo yang diperlambat. Contoh kita nyanyikan notasi 1 ( do ) ke 2 ( re ). Dari tempo yang lambat itu kemudian kita percepat sehingga bunyi vokal seperti ada getaran namun terdengar indah. Meskipun demikian tidak serta merta kita terapkan dengan selalu memberikan viberasi pada setiap bagian lagu. Teknik viberasi yang baik hendaknya memperhatikan bagian komposisi lagu meliputi motif, frase dan kalimat lagu.

e. Pernafasan

Organ-organ penting yang menyalurkan udara ke suara adalah paruparu. Akan tetapi tidak banyak orang yang menggunakan paruparunya dengan efisien. Dipandang dari segi kepentingan penyaluran dan peme-liharaan udara bagi tubuh manusia, belajar menyanyi itu patut diperhatikan dan dipraktikkan. Sebelum dapat menyanyi dengan baik, harus lebih dahulu belajar menggunakan udara di bawah tenggorokan. Untuk itu dalam beberapa waktu yang lama harus melakukan latihan-latihan bernafas secara khusus. Sebagai langkah awal, seseorang yang akan menyanyi dapat berdiri dengan tegak didepan sebuah cermin, dimana ia dapat melihat seluruh tubuhnya sendiri. Setelah itu me-ngeluarkan nafas sebanyakbanyaknya, kemudian menarik nafas dalam- dalam melalui hidung sehingga terasa betul-betul penuh. Setelah itu nafas ditahan sela-ma beberapa detik, secara pelan-pelan semua udara dikeluarkan melalui mulut dengan meniupkan keluar. Dibawah ini akan dijelaskan tentang beberapa cara pernafasan yang perlu diketahui dalam menyanyi.

Jenis Pernafasan

Dalam bernyanyi, pernafasan tidak hanya memegang peranan dalam menciptakan suara, tetapi juga suara yang dikehendaki dari suatu nyanyian. Pernafasan yang teratur akan menciptakan irama yangteratur pula, karena bernafas merupakan irama yang sangat alamiah dalam kehidupan manusia. Jenis pernafasan yang digunakan dalam bernyanyi adalah :

Pernafasan diafragma;

yaitu pernafasan yang dilakukan dengan cara mengambil nafas kemudian dimasukkan kedalam paru-paru sehingga terisi penuh tanpa terjepit. Ruangan akan leluasa de-ngan menegangnya sekat rongga badan atau diafragma yang bergerak kebawah.

Pernafasan dada;

yaitu pernafasan yang dilakukan dengan cara mengambil nafas sepenuhnya kemudian dimasukkan kedalam paru-paru sehingga rongga dada membusung ke depan. Kelemahan pernafasan ini adalah paru-paru cepat lelah dalam menahan udara, maka yang dihasilkan tidak stabil karena udara yang dikeluarkan kurang dapat diatur

Pernafasan perut;

yaitu pernafasan yang dilakukan dengan cara  mengambil nafas dengan mengembangkan  bagian atas paruparu, sehingga mendesak  bahu menjadi terangkat keatas. Kelemahan  pernafasan ini adalah tidak dapat tahan lama dan sikap tubuh kurang enak untuk dilihat. Dari ketiga jenis pernafasan diatas, pernafasan  diafragmalah yang paling baik digunakan pada   waktu bernyanyi.Tetapi tidak semua orang  dapat melakukannya dengan mudah, harus melalui  tahap tahap latihan yang teratur. Biasanya, yang sering dilakukan dalam bernyanyi adalah  diafragma tidak bergerak, paru-paru tidak diisi sepenuhnya dan nafasnya pendek-pendek. Oleh  karena itu diafragma dan semua pergerakan otot-otot perut dan sisi badan harus dilatih untuk  mengadakan ketegangan serta pengenduran yang sengaja dan disadari. Harus diperhatikan juga bahwa dasar untuk bernafas dengan baik adalah keseimbangan antara sikap bertegang dan sikap kendur. Untuk itu badan bersikap relaks, agar dapat menghirup udara dengan baik, seperti proses pernafasan diafrag-ma di bawah ini: Cara menghirup udara cara mengeluarkan udara

Pembawaan

Setiap lagu merupakan curahan perasaan dari penciptanya. Perasaan sedih, gembira, juga takjub ditemukan pencipta kemudian dicurahkan dan dituangkan dalam syair dan lagu. Melalui untaian kata-kata yang puitis dan ritme-ritme tertentu yang sesuai dengan gejolak perasaannya, seorang komponis mencoba untuk mewujudkan hal tersebut. Bahkan tidak jarang juga seorang komponis menyampaikan ilhamnya hanya melalui penggunaan jenis tangga nada tertentu. Penyanyi yang baik hendaknya dapat membawakan lagu sesuai dengan isi dan jiwa yang ingin ditampilkan penciptanya.Dalam membawakannya, seorang penyanyi hendaknya dapat meleburkan perasaannya ke dalam lagu yang sedang dinyanyikannya, sehingga ia bisa merasakan apa yang dirasakan pencipta dan membawakannya sesuai  dengan yang dimaksudkan penciptanya. Misalnya, apakah lagu tersebut harus dibawakan dengan lembut mendayu-dayu, mengiba, penuh amarah, rasa cinta, rasa bangga, ataukah girang. Penyanyi harus dapat berpikir dan merasakan apa yang dialami pencipta lagu tersebut agar penikmat dan pengamat seni akan terjangkiti perasaan yang dimaksud pula dan akan timbul keterpesonaan di dalam jiwanya. Keberhasilan seorang penyanyi dalam mengungkapkan isi suatu lagu tergantung pada ketepatan interprestasi atau penafsiran tentang maksud dan tujuan yang melatarbelakangi  penciptaan lagu tersebut

Bermain Ansambel

Jumat, 29 Mei 2020

Seni lukis

Seni lukis merupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang berwujud dua dimensi yang dalam penciptaannya mengolah unsur titik, garis, bidang, tekstur, warna, gelap-terang, dan lain-lain melalui pertimbangan estetik. Melukis merupakan kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) di atas bidang yang datar. Dari pembubuhan cat tersebut diharapkan dapat mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. Nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki oleh pelukisnya. Seni lukis daerah sudah tentu mengandung nilai-nilai budaya daerah yang bersangkutan. Adapun karya seni lukis tradisional yang terdapat di Nusantara diantaranya lukisan kaca, lukisan di atas kain, lukisan batik, lukisan wayang beber, dan lukisan pada wayang kulit (sungging). Di Sumbawa, tradisi lukisan dari nenek moyang terdapat pada nisan berukir, lukisan pada tiang, dinding rumah, dan sebagainya.

1.Unsur-Unsur Karya Seni Lukis

Dalam membuat sebuah karya seni lukis terdapat unsur-unsur yang terkandung di dalam karya yang dibuat. Unsur dari karya seni lukis dibagi menjadi dua yaitu unsur psikis (non visual) dan unsur fisik (visual) yang dapat dijelaskan dan dijabarkan sebagai berikut.

a. Unsur psikis (non visual)

Unsur psikis adalah unsur yang muncul dari diri pelukis itu sendiri yang sifatnya tidak dapat dilihat, namun dapat dirasakan dalam lukisan tersebut. Unsur-unsur psikis yang ada pada karya seni lukis diantaranya sebagai berikut.

1)Ekspresi                                                        6)Teknik

2)Gagasan                                                        7)Pengetahuan

3)Imajinasi                                                         8)Sikap artistik

4)Pandangan hidup                                           9)Sikap estetik

5)Pengalaman                                                   10)Konsep karya seni

b.Unsur fisik (Unsur visual)

Unsur fisik adalah unsur yang dapat dilihat dan bekerja sama dengan unsur psikis dalam proses pembuatan karya seni lukis. Perihal yang termasuk dalam unsur psikis yaitu

1)Garis

2)Bentuk

3)Warna

4)Bentuk

5)Komposisi

6)Tekstur 

2.Prinsip-Prinsip Karya Seni Lukis

Prinsip karya seni lukis pada dasarnya sama dengan prinsip seni rupa. Prinsip-prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

a.Kesatuan (Unity)

Kesatuan merupakan prinsip yang utama dalam suatu karya seni yang saling menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi.

b.Keselarasan (Harmony)

Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan.

c.Penekanan (Kontras)

Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan. Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton.

d.Gradasi

Gradasi adalah penyusunan warna berdasarkan pada tingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-angsur.

e.Proporsi

Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan satu bagian dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.

f.Komposisi

Komposisi adalah suatu kegiatan menyusun unsur-unsur rupa dengan cara mengorganisasikan menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.

3.Teknik Karya Seni Lukis

Teknik karya seni lukis atau melukis merupakan cara-cara yang digunakan oleh seorang pelukis dalam membuat lukisan. Para seniman lukis menggunakan teknik yang berbeda-beda dalam menghasilkan sebuah karya seni lukis. Oleh karena itu, teknik melukis sering kali menjadi suatu ciri khas dari seorang pelukis untuk menghasilkan sebuah karya lukisan yang maksimal. Terdapat beberapa macam teknik melukis yang dapat diterapkan secara luas dalam seni lukis sehari-hari. Teknik tersebut diantaranya sebagai berikut.

a.Teknik aquarel

Teknik aquarel adalah teknik melukis dengan menggunakan cat air (aquarel) dan sapuan warna yang tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan terkesan tembus pandang atau transparan. Pada teknik aquarel digunakan cat yang cenderung encer agar dihasilkan sapuan yang tipis dan ringan. Media yang digunakan dalam teknik aquarel biasanya adalah kertas lukis. Teknik aquarel umum diterapkan pada kegiatan melukis di sekolah dengan menggunakan cat air dan kertas gambar

b.Teknik plakat

Teknik plakat merupakan teknik melukis yang menggunakan cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan sapuan warna cat yang tebal atau kental, sehingga hasil lukisan akan tampak pekat atau menutup seluruh medianya. Teknik plakat biasanya digunakan oleh pelukis profesional untuk menghasilkan sebuah lukisan yang bernilai ekonomi tinggi. Media yang digunakan dapat berupa kertas lukis, kanvas, dan medium lainnya

c.Teknik Spray

Teknik lukis spray adalah teknik melukis dengan cara menyemprotkan cat. Cara melukis teknik spray adalah dengan menggunakan bahan cair yang kemudian disemprotkan dengan alat sprayer. Teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan lukisan yang cenderung lebih visual. Salah satu contoh penggunaan teknik spray adalah pada pewarnaan part atau bagian kendaraan, kasing handphone, produk hias, dan lain sebagainya

d.Tenik Pointilis

Teknik pointlis merupakan teknik melukis yang cenderung menggunakan titik-titik dan perpaduan warna. Teknik pointlis biasanya dilakukan dengan cara membuat gradiasi warna pada gambar untuk mengatur gelap-terangnya gambar. Teknik pointlis bisa juga dilakukan dengan mencampurkan warna dan membuatnya hanya berupa titik-titik, sehingga hasil gambar jika diteliti akan tampak seperti titik-titik warna

e.Teknik Tempra

Teknik tempra merupakan teknik melukis dengan cara melukiskan sebuah gambar pada tembok dengan sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah karya seni yang menyatu dengan ilmu arsitektur. Teknik-teknik melukis tempra merupakan teknik yang paling umum digunakan oleh semua pelukis. Hal ini dapat dipilih sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan alat dan bahan sebagai perlengkapan dalam melukis

f.Teknik Impasto

Teknik impasto adalah teknik lukisan di mana cat dilapiskan dengan sangat tebal di atas kanvas sehingga arah goresan sangat mudah terlihat. Cat yang digunakan bisa pula tercampur di atas kanvas. Saat kering, teknik impasto akan menghasilkan tekstur yang jelas, sehingga kesan kehadiran objek lebih terasa

g.Teknik Dusel

Teknik dusel yaitu teknik penerapan warna dengan goresan yang lembut dan halus. Teknik dusel digunakan untuk mencapai kesempurnaan objek yang ditampilkan sehingga warna terkesan menyatu.

h.Teknik kolase

Teknik kolase yaitu teknik dengan cara menempelkan sesuatu baik kertas dan lainnya dengan potongan kecil-kecil pada kanvas sehingga tercipta bentuk yang dikehendaki

i.Teknik blok/plate

Teknik blok/plate yaitu penerapan warna yang dominan yang dipasang dengan rata pada bidang tertentu baik pada objek maupun latar belakang. Cara melukisnya yaitu dengan menutup objek-objek gambar menggunakan satu atau beberapa warna

4.Jenis-Jenis Seni Lukis

Berdasarkan media, bahan, dan tekniknya, seni lukis dapat dibedakan menjadi beberapa macam antara lain sebagai berikut

a.Lukisan cat minyak (Oil painting)

Lukisan cat minyak (oil painting) adalah lukisan yang menggunakan cat berupa tepung atau pasta yang dilarutkan/dicampur dengan minyak (lijn oil). Media yang digunakan untuk melukis adalah kanvas, triplek, atau kertas. Alat yang digunakan untuk melukis adalah kuas atau pisau palet. Cat minyak yang digunakan biasanya dijual dalam bentuk kemasan (tube) salah satu pelukis Indonesia yang menggunakan cat minyak adalah Ivan Sagito

b.Lukisan cat air (Water colour)

Lukisan cat air (water colour) adalah lukisan yang menggunakan media cat air yang memiliki sifat transparant (tembus pandang)/aquarel yang dilarutkan dengan air. Media dalam membuat lukisan cat air pada umumnya  yaitu kertas putih atau kertas khusus cat air.

c.Lukisan pastel (Oil pastel)

Lukisan pastel (oil pastel) adalah lukisan yang menggunakan butiran pigmen warna yang telah dipadatkan seperti batangan kapur. Cara melukisnya dengan menggoreskan batangan ke atas permukaan kertas bertekstur atau kanvas. Lukisan ini menghasilkan jejak-jejak tekstur yang tidak rata.

d.Lukisan arang (Conte)

Lukisan arang (conte) adalah lukisan yang menggunakan arang (conte) yang dapat menghasilkan lukisan berkesan gelap terang. Pengaturan nuansa bentuk dan cahaya sangat menonjol dari lukisan ini. Lukisan arang tidak hanya berwarna hitam saja, dewasa ini banyak dipakai warna-warna yang lain seperti merah, biru, coklat, dan hijau.

e.Lukisan mozaik

Lukisan mozaik adalah lukisan yang menggunakan teknik dengan cara menempelkan pecahan kaca, porselen, nulir mineral, batu berwarna atau biji-bijian yang disusun sesuai pola gambar. Biasanya dilukiskan pada dinding, bangunan, lantai, dan langit-langit.

f.Lukisan kaca (Glass painting)

Lukisan kaca merupakan lukisan yang dibuat dengan menempelkan bagian kaca yang satu dengan kaca yang lain dengan bantuan timah. Kaca-kaca tersebut dibentuk dan ditempelkan sesuai dengan pola tertentu dengan warna-warna yang beragam. Lukisan kaca berkembang pada zaman Ghotic di Eropa dan digunakan untuk menghiasi gereja-gereja Katolik.