Kamis, 14 Mei 2020

Menyanyi unisono kelas 7


     
Menyanyi Lagu Daerah dengan Teknik Unisono
    KD 3.1.Memahami konsep dasar bernyanyi satu suara secara   berkelompok  dalam bentuk unisono
        Indikator : Mengidentifikasi konsep dasar bernyanyi satu suara secara berkelompok  dalam bentuk unisono
        Tujuan Pembelajaran: setelah peserta didik membaca materi dan menyaksikan video menyanyi unisono:
        1.Peserta didik dapat menjelaskan pengertian menyanyi unisono
        2.Peserta didik dapat menjelaskan pengertian menyanyi
        3.Peserta didik dapat menyebutkan tanda tanda dalam lagu
        4.Peserta didik dapat menjelaskan pengertian seni musik
   
     Dalam pelaksanaannya, menyanyikan lagu daerah ada yang dilakukan seorang diri dan secara berkelompok. Misalnya dalam orkestra musik Jawa, seorang sinden dapat bernyanyi secara individu namun juga dapat bernyanyi secara bersama-sama dengan kelompoknya.
Ketika sinden-sinden tersebut bernyanyi secara bersama mereka akan bernyanyi dalam satu suara. Teknik bernyanyi dalam satu suara inilah yang sering disebut dengan menyanyi unisono. Adapun hal yang sangat dibutuhkan ketika bernyanyi secara unisono adalah kerjasama yang baik antara anggota kelompok. Karena jika antaranggota kelompok tidak memiliki kerjasama yang bagus, maka hasil paduan dari suaranya akan terlihat tidak bagus.
     Unisono dalam bernyanyi adalah memainkan nada dalam satu suara. Contohnya dalam paduan suara yang terdapat jenis suara yang berbeda, namun jika pada notasi lagu bertemu dengan tanda unisono maka semua suara itu harus menjadi satu atau dinyanyikan secara bersama-sama. Unisono paduan suara adalah paduan suara yang menggunakan satu jenis suara saja. Contohnya suara wanita atau suara pria saja.


  Sebelum kita membicarakan tentang menyanyi unisono terlebih dahulu kita melihat apa saja yang ada didalam sebuah lagu yang sedang kita dengarkan.
        1.Notasi
        2.Tanda Tempo
        3.Tanda Dinamik
        4.Tanda Birama
        5.Tanda Diam
        6.Tanda Mula    
      Ada beberapa teknik vokal dalam bernyanyi unisono yang harus kita perhatikan dengan baik, antara lain kejelasan artikulasi, frasering, sikap dan intonasi saat bernyanyi. Simaklah penjelasan berikut.
      1.Artikulasi dalam bernyanyi adalah pengucapan setiap kata pada saat bernyanyi yang harus dilakukan dengan jelas.
        2.Pharasering adalah teknik untuk melakukan pemenggalan kalimat, secara baik dan benar.
       3.Intonasi merupakan jangkauan tinggi dan rendahnya suatu nada yang harus dicapai seorang penyanyi dengan tepat.
    
     Selain teknik-teknik tersebut kita juga harus menguasai satu hal lagi, yaitu teknik pernapasan. Arti pernapasan dalam menyanyi adalah masuknya udara melalui rongga hidung ke dalam paru-paru, dan udara akan kembali keluar melalui hidung setelah mengalami beberapa proses di paru-paru. Berdasarkan tekniknya, pernapasan dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut.
       1    Pernapasan perut
            Pernapasan perut dilakukan dengan cara mengambil  napas dengan mengangkat bahu. Namun cara ini tidak baik jika dipergunakan pernapasan dalam bernyanyi. Pernapasan ini dilakukan dengan mengangkat bahu untuk memasukkan udara ke dalam paru-paru. Karena nafas yang dihasilkan dangkal, pendek dan mengakibatkan kalimat jadi terputus-putus.
                                                        2.Pernapasan dada
          
         Pernapasan dada ini dilakukan dengan cara saat mengambil napas dengan membusungkan dada. Cara ini juga tidak baik jika digunakan pada saat bernyanyi.
            3.Pernapasan diafragma
           Pernapasan diafragma ini dilakukan dengan cara mengembangkan rongga perut bagian atas pada saat menarik napas. Teknik pernapasan ini merupakan cara pernapasan yang paling optimal pada saat bernyanyi.





Untuk melihat video pembelajaran menyanyi lagu daerah part 1 / bagian pertama lihat di sini

3 komentar: