Kamis, 15 Oktober 2020

Menggambar ilustrasi kelas 8

 


Gambar ilustrasi adalah gambar yang dibuat berdasarkan suatu tulisan. Gambar ilustrasi sangat menekankan hubungan antara tulisan dengan objek gambar yang dibuat. Walaupun gambar ini merupakan bagian dari seni rupa, namun dalam pembuatannya gambar ini tidak mengutamakan unsur keindahannya, melainkan lebih mengutamakan kesesuaian antara gambar yang dibuat dengan sebuah tulisan.



Gambar ilustrasi dibuat untuk memperjelas, memperkuat, memperindah, mempertegas atau menghiasi sebuah cerita, tulisan, keterangan atau bentuk tulisan yang lainnya. Diharapkan dengan bantuan gambar ilustrasi ini bentuk tulisan-tulisan tersebut akan lebih mudah untuk dipahami dan dimengerti. Gambar ilustrasi harus bisa menunumbuhan gambaran dan imajinasi bagi para pembaca mengenai tulisan narasi yang sedang dibacanya.

 

Dasar Gambar Ilustrasi

Bentuk gambar ilustrasi dapat berupa semua objek yang ada di langit dan di bumi. Gambar yang dibuat bisa berdiri sendiri dan juga bisa terdiri dari beberapa gabungan dari berbagai objek yang berlainan. Objek gambar yang dipilih harus sesuai dengan tema pada narasi tulisan yang akan dijelaskan.

Gambar ilustrasi memiliki berbagai jenis, yaitu ilustrasi yang digunakan untuk sebuah cerita, untuk ilmu pengetahuan, untuk sampul buku, atau ilustrasi untuk menerankan suatu petunjuk. Masing-masing jenis tersebut memiliki kegunaan yang berbeda.

 

1.Fungsi gambar ilustrasi

Seperti pada telah dijelaskan bahwa gambar ilustrasi memiliki fungsi untuk menjelaskan, menegaskan, dan menerangka sebuah narasi tulisan. Dengan demikian, gambar ilustrasi yang dibuat harus sesuai dengan tema dan isi tulisan. Berikut ini adalah fungsi-fungsi dari gambar ilustrasi.

a.Berfungsi untuk membangun bentuk visualisasi dari sebuah cerita, tulisan, informasi atau keterangan yang lainnya. Diharapkan dengan adanya bentuk visual ini, para pembaca akan lebih mudah untuk memahami dan mengerti informasi pada suatu cerita.

b.Berfungsi agar para pembaca dapat membayangkan mengenai karakter setiap tokoh pada suatu cerita.

c.Berfungsi agar para pembaca dapat membayangkan mengenai bentuk benda-benda yang dijelaskan pada sebuah tulisan.

d.Berfungsi agar pada pembaca dapat membayangkan langkah urutan kerja.

e.Berfungsi untuk memperjelas alur suatu cerita.

f.Berfungsi untuk mengembangkan kreativitas manusia dengan cara menarik hubungan antara gambar dan tulisan.

g.Berfungsi untuk memperjelas konsep tulisan yang disampaikan.

h.Berfungsi untuk memberikan humor dalam bentuk gambar ilustrasi yang lucu

2.Unsur gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi dapat dibuat dari cara yang manual dan juga cara digital dengan menggunakan komputerisasi. Unsur dalam menggambar ilustrasi adalah objek yang dapat kita gambar sebagai ilustrasi tulisan. Apapun unsur yang kita gunakan, harus dapat menjelaskan isi dari tulisan yang telah dibuat sebelumnya.

Berikut ini adalah tiga buah unsur yang menjadi objek dalam gambar ilustrasi.

 

a.Gambar manusia

Dalam menggambar tokoh manusia, diperlukan pengetahuan mengenai proporsi dan anatomi tubuh manusia.      

Arti proporsi dalam menggambar ilustrasi adalah perbandingan pada setiap bagian tubuh manusia secara keseluruhan. Sehingga tampak serasi jika dipandang mata. Sedangkan arti anatomi adalah kedudukan susunan otot dan tulang gambar manusia yang dapat menentukan ukuran dan menonjol atau tidaknya bagian tubuh manusia yang digambar

b.Gambar tokoh bintang

 

Seperti pada gambar manusia, menggambar hewan juga perlu diperhatikan perbandingan  proporsi dan anatomi. Hal ini karena hewan juga memiliki banyak bagian tubuh seperti manusia. Hewan memiliki beberapa jenis pengelompokan yaitu jenis hewan darat, laut dan udara.

c.    Gambar tumbuhan

Menggambar tumbuhan tidaklah serumit menggambar manusia dan hewan. Tumbuhan memiliki bentuk bagian tubuh yang lebih sederhana. Dalam menggambar ilustrasi gambar tumbuhan dibedakan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut.

1).Gambar tumbuhan secara lengkap. Dalam menggambar tumbuhan secara lengkap ini tumbuhan digambarkan dalam bentuk yang sebenarnya, lengkap dengan detail bagian tumbuhannya.

2).Gambar tumbuhan secara sederhana. Dalam menggambar tumbuah secara sederhana ini, tumbuhan tidak digambarkan secara lengkap. Namun hanya digambarkan garis besar pada setiap bagiannya saja.

3.    Corak gambar ilustrasi

Seperti seni lukis pada umumnya, gambar ilustrasi juga memiliki beberapa macam corak. Corak-corak tersebut nantinya akan menentukan jenis gambar yang diperoleh. masing-masing corak ini digunakan pada jenis tulisan yang sesuai. Misalnya untuk menjelaskan cara penggunaan pewangi pakaian, kita akan menggunakan corak gambar realis.

Perhatikanlah penjelasan mengenai corak gambar ilustrasi berikut ini.

a.    Corak realis

Pada gambar ilustrasi, corak realis dibuat semirip mungkin dengan keadaan aslinya/ sebenarnya. Termasuk pula ukuran proporsi dan anatomi harus sebanding dengan keadaan dalam kenyataaan

b.    Corak karikatur

Kata karikatur berasal dari bahasa Italia. Kata ini memiliki makna melebih-lebihkan atau mengubah bentuk (deformasi). Pada corak karikatur ini biasanya hanya menggunakan unsur manusia. Objek ilustrasi dibuat dengan cara mengubah bentuk objek tersebut dengan bentuk yang aneh. Bentuk ini dibuat dengan tujuan untuk menyindir atau melakukan kritikan terhadap seseorang

c.    Corak kartun

Kita semua pernah melihat gambar kartun, gambar yang memiliki ciri lucu dan menghibur. Sedangkan objek gambar kartun dapat berupa manusia, bintang maupun tumbuhan. Indonesia memiliki banyak kartunis seperti Hari Pede, Gunawan Raharjo, Itos Budi Santosa, dan sebagainya. Sedangkan nama William Hogart merupakan tokoh kartun modern yang terkenal di dunia.

d.    Corak dekoratif

Corak ini dibuat untuk memenuhi fungsi hiasan. Corak ini mengambil gambar binatang atau tumbuhan kemudian distilisasi. Teknik stilisasi adalah teknik yang digunakan untuk mengubah bentuk tumbuhan atau hewan tanpa meninggalkan ciri khas aslinya.

 

 

Macam-macam teknik ilustrasi manual

Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk menggambar ilustrasi secara manual. Antara satu teknik dengan teknik yang lainnya menghasilkan bentuk gambar yang berbeda. Teknik-teknik tersebut dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan gambar. Perhatikan beberapa macam teknik dalam menggambar ilustrasi berikut.

Teknik out line

Out line adalah teknik menggambar ilustrasi yang dilakukan dengan cara hanya menggambar sketsa gambar secara umum saja. Sehingga gambar hanya dibuat secara global saja tanpa dilengkapi dengan detail bagiannya. Gambar ini juga tidak memiliki unsur pencahayaan gelap dan terang. Olah karena itu gambar terkesan datar dan tidak memiliki efek tiga dimensi.

b.Teknik arsir

Teknik arsir juga digunakan untuk membuat gambar ilustrasi secara manual. Cara membuat teknik arsir dalam gambar ilustrasi adalah dengan cara membuat garis terputus-putus secara teratur dan berulang-ulang sehingga bidang gambar yang dimaksud selesai. Tingkat kerapatan dan ketebalan arsiran yang dibuat akan dapat memberikan efek gelap terang, volume dan tingkat plastisitas gambar yang berbeda.

c.Teknik blok

Teknik blok ini dilakukan dengan cara memberikan warna secara blok merata. Sehingga dalam proses blok ini tidak ada gradiasi atau transisi warna, sehingga gambar terkesan datar dan tidak memiliki efek tiga dimensi. Tidak ada perbedaan warna yang digunakan untuk membedakan bagian yang satu dengan bagian yang lainnya

d.Teknik scraper board

Scraper board merupakan teknik menggambar ilustrasi dengan cara menggoreskan garis-garis yang mirip dengan teknik arsir, namun perbedaannya garis-garis ini dibuat mengikuti volume gambar dan tidak saling bersentuhan satu sama lain. Garis-garis ini dibuat sejajar. Untuk menimbulkan kesan gelap, garis-garis tersebut dibuat rapat, dan sebaliknya untuk mendapatkan kesan yang terang garis-garis dibuat agar merenggang

e.Teknik dot

Teknik dot ini menggunakan tanda titik sebagai unsur utama. Teknik dot ini dilakukan dengan cara menyusun titik-titik sehingga akhirnya membentuk suatu objek gambar yang dimaksudkan. Jumlah titik yang berada pada satu bidang akan menentukan gelap dan terang gambar. Semakin banyak titik yang digunakan akan semakin buat kesan gelap yang didapatkan, namun jika semakin sedikit titik yang digunakan kesan terang yang didapatkan

 

f.Teknik goresan kering (dry brush)

Teknik goresan kering ini dilakukan dengan menggunakan cat atau tinta, yang pengaplikasian dalam gambarnya dilakukan agak kering. Hal ini dilakukan agar warna-warna yang didapatkan tidak merata. Efek dari teknik ini juga digunakan untuk mendapatkan tekstur dari gambar. Aplikasi dari warna-warna terang digunakan untuk mendapatkan tekstur terang, sedangkan aplikasi warna-warna tua yang berulang-ulang akan mendapatkan tekstur yang tua dan gelap. Dari cara ini akan didapatkan plastisitas yang diinginkan

g.Teknik half tone

Teknik half tone adalah teknik menggambar ilustrasi yang menggunakan transisi warna dari gelap ke terang. Efek gelap dan terang yang didapatkan dari transisi warna tersebut digunakan untuk mendapatkan plastisitas yang diinginkan.Teknik half tone ini menggunakan alat pewarna yang berupa tinta atau cat yang agak encer.

Media gambar ilustrasi

Ketika kita akan menggambar, kita membutuhkan media yang akan kita gunakan untuk menggambar. Pada gambar ilustrasi kita juga menggunakan media sebagai alat untuk menggambar. Berikut ini akan dijelaskan media-media untuk menggambar ilustrasi.

1.Media hitam putih

Media hitam putih ini akan menghasilkan gambar ilustrasi yang berwarna hitam dan putih saja. Media ini banyak digunakan orang pada masa lalu. Orang-orang menggunakan trekpen dan tinta. Trekpen digunakan sebagai alat untuk menorehkan warna karena alat ini mudah untuk digunakan. Sedangkan tinta digunakan sebagai alat sebagai pewarna walaupun hanya dengan warna hitam saja.

2.Media pewarna

Teknologi sudah semakin berkembang dengan canggih. Banyak peralatan pewarna yang dapat digunakan dengan mudah. Selain itu pilihan warnanya bukan hanya terbatas pada hitam dan putih saja, namun telah berkembang dengan banyak warna primer, sekunder bahkan warna tertier

Selasa, 11 Agustus 2020

Seni Patung kelas 9

 

A.Prosedur Berkarya Seni Patung

Karya seni patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi yang dapat dilihat dari segala arah yang sifatnya seni murni karena pada dasarnya tidak memiliki kegunaan dan manfaat dalam kehidupan sehari-hzari. Sedangkan patung sendiri dapat diartikan sebagai seni plastik karena patung identik dengan sebuah cipta karya manusia yang meniru bentuk dan memiliki keindahan atau estetik. Berikut akan dijelaskan tentang berbagai perihal tentang karya seni patung.

1.Unsur-Unsur Karya Seni Patung

Suatu karya seni dapat disebut sebagai karya seni patung atau tiga dimensi jika memiliki unsur-unsur sebagai berikut.

a.Mempunyai panjang, lebar, dan tinggi.

b.Dapat dinikmati dari sudut pandang dari mana saja.

c.Menempati ruang.

2.Bentuk-Bentuk Karya Seni Patung

Terdapat berbagai bentuk patung yang berbeda-beda dan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dilihat dari segi bentuknya, maka bentuk patung terbagi ke dalam dua kelompok yaitu sebagai berikut

a.Figuratif

Figuratif merupakan bentuk patung yang dibuat dengan meniru bentuk-bentuk secara alamiah, seperti bentuk manusia, hewan atau tumbuhan. Bentuk figuratif dibuat secara utuh sesuai dengan aslinya dan bisa dibuat melalui proses fragmentasi atau disederhanakan dan stilasi atau digayakan.

b. Nonfiguratif Nonfiguratif merupakan patung yang dibuat tidak seperti bentuk figuratif artinya dan dibuat di luar dari bentuk aslinya. Ada yang hanya menampilkan garis-garis melintang atau memanjang, lubang, lekukan, benda, dan sebagainya

Selain bentuk patung yang dilihat dari segi bentuknya, adapun bentuk-bentuk patung lainnya yang didasarkan pada jenisnya. Bentuk patung yang didasarkan pada jenisnya antara lain sebagai berikut

a.Zonde bosse

Zonde bosse merupakan bentuk patung yang berdiri sendiri. Patung ini tidak menempel pada salah satu sisinya

b.Relief

Relief merupakan bentuk patung yang menempel pada permukaan dinding. Relief biasanya menggambarkan adegan dari sebuah cerita. Misalnya patung pada Candi Shiwa & Candi Brahma dikompleks candi prambanan yang berisi adegan atau rangkaian cerita ramayana

3.Teknik Berkarya Seni Patung

Pembuatan karya seni patung atau seni rupa 3 dimensi mempunyai beberapa teknik dasar. Penggunaan teknik tersebut disesuaikan dengan karya yang akan dibuat. Beberapa teknik dasar yang dapat dipakai untuk membuat karya seni patung dapat dijelaskan dan dijabarkan sebagai berikut

a.Teknik pahat

Teknik pahat adalah teknik pembuatan seni rupa dengan cara memahat atau mengukir. Bahan yang biasanya dipakai pada teknik pahat adalah kayu, batu, lilin, es, dan lain sebagainya

b.Teknik menuang/cor

Teknik menuang atau cor merupakan teknik membuat patung dengan cara mengecor/mencairkan bahan yang akan dicetak yang kemudian dituangkan ke alat pencetak. Setelah bahan cair tersebut mengeras, kemudian dikeluarkan dari cetakan. Bahan cair yang dipakai biasanya seperti semen, logam, gips atau karet, besi, dan kaca

c. Teknik carving

Teknik carving adalah teknik pembuatan karya seni patung yang dilakukan dengan membuang bagian-bagian bahan yang tidak essensial dengan jalan dipahat. Teknik carving sangat sulit dalam proses. pengerjaannya, karena selain memerlukan gagasan atau konsepsi karya yang matang juga diperlukan pengetahuan tentang sifat-sifat bahan yang digunakan. Bahan yang biasanya digunakan dalam teknik carving diantaranya batu marmer, batu putih/gunung, batu andesit, dan sebagainya

d. Teknik modelling

Teknik modelling adalah teknik dalam pembuatan karya seni patung dengan memanfaatkan bahan plastis seperti lempung/tanah liat, dan plasticine (malam untuk modelling). Bentuk yang dikehendaki diperoleh dengan cara menambahkan bahan baru pada bentuk yang sedang diproses menuju tahap akhir, dengan cara aditif (ditambahkan).

e. Teknik assembling

Teknik assembling adalah teknik dalam pembuatan karya seni patung yang dilakukan dengan menggunakan berbagai bahan yang diambil di lingkungan sekitar untuk selanjutnya dirakit menjadi satu kesatuan karya patung yang utuh/final.

f. Teknik plastering

Teknik plastering merupakan pembuatan patung melalui teknik langsung dengan menggunakan bahan adonan semen dan pasir yang dilakukan dengan menempelkan, menambah sekaligus membentuk patung

g. Teknik butsir

Teknik butsir merupakan teknik membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat

B.  Membuat Karya Seni Patung

Membuat karya seni patung berarti membuat suatu karya seni bentuk tiga dimensi hasil karya manusia yang sudah ada dan telah diakui secara khusus. Seseorang yang membuat patung disebut pematung. Dalam membuat karya seni patung diperlukan keahlian dan keindahan. Selain itu, diperlukan pula berbagai macam bahan dan alat yang akan digunakan untuk membuat patung.

1.Bahan-Bahan untuk Membuat Karya Seni Patung

Terdapat berbagai macam bahan yang dapat digunakan untuk membuat karya seni patung. Bahan tersebut antara lain sebagai berikut.

a.Bahan lunak

Bahan lunak merupakan material yang empuk dan mudah dibentuk, misalnya tanah liat, lilin, sabun, plastisin, dan sebagainya.

b.Bahan sedang

Bahan sedang merupakan material yang teksturnya tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu lunak. Misalnya kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu mahoni.

c.Bahan keras

Bahan keras merupakan material yang sifatnya keras dapat berupa kayu dan batu-batuan. Misalnya kayu jati, kayu sonokeling, kayu ulin, batu padas, batu granit, batu andesit, dan batu pualam (marmer).

d.Bahan cor atau cetak

Bahan cor atau cetak merupakan semua bahan yang dapat digunakan untuk cor atau cetak. Misalnya semen, pasir, gips, logam, timah perak, dan emas, juga bahan kimia seperti fiber atau resin.

e.Bahan lain

Bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar dan dapat berupa benda bekas. Misalnya kertas, kaleng, dan sebagainya.

2.Alat-Alat untuk Membuat Karya Seni Patung

Terdapat berbagai alat yang digunakan untuk membuat karya seni patung. Alat-alat tersebut yaitu sebagai berikut.

a.Butsir

Butsir merupakan alat bantu yang digunakan untuk membuat patung yang berasal dari bahan kayu dan kawat.

b.Meja putar

Meja putar merupakan meja yang penggunaannya dengan cara diputar untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk patung dari berbagai arah.

c.Pahat

Pahat adalah alat yang digunakan untuk memahat, mengurangi atau membentuk bahan batu atau kayu.

d.Palu

Palu adalah alat yang digunakan untuk memukul.

e.Tang

Tang merupakan alat yang digunakan untuk mengencangkan ikatan kawat atau untuk memotong ikatan kawat.

f.Sendok adukan

Sendok aduk merupakan salah satu alat dalam membuat karya seni patung yang digunakan untuk mengambil adonan dan menempelkannya pada kerangka patung.

3.Langkah-Langkah Dalam Membuat Karya Seni Patung

Salah satu patung unik yang bisa dibentuk melalui proses yang mudah adalah patung berbahan gips. Gips termasuk jenis benda buatan, bertekstur kasar dan keras, serta berwarna putih mirip bata putih. Berikut akan dijelaskan cara membuat patung dari bahan gips.

a.Bahan dan alat

Adapun bahan dan alat yang diperlukan diantaranya sebagai berikut.

1)Serbuk gips (biasanya dijual di toko bangunan)

2)Alat pahat (pisau kecil, palu, cutter besar)

3)Botol mineral (untuk mencetak serbuk gips)

4Air

b.Cara membuat

1)Sebelum memulai membuat patung ada baiknya sudah disiapkan rancangan patung yang akan dibuat

2)Potong bagian atas pada botol plastik, kemudian masukkan gips sekitar 3/4 ukuran botol

3)Masukkan air ke dalam botol hingga penuh. Aduk sejenak untuk meratakannya

4)Biarkan campuran dalam botol tersebut beberapa lama hingga campuran gips berubah menjadi zat padat.

5)Sayat atau sobek cetakan botol plastik dari gips dengan menggunakan cutter untuk melepas cetakan

6)Selanjutnya desain patung bisa kita buat sesuai dengan pola awal yang ingin kita bentuk atau sesuai keinginan

7)Jika kalian sabar dan tekun dalam membuat karya patung dari gips ini, maka kalian dapat membuatnya dengan bentuk beriku

LATIHAN KE 1

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang jelas dan benar!

1.Menempati ruang merupakan salah satu unsur dari karya seni....

2.Karya seni patung figuratif dibuat melalui proses....

3.Bentuk patung yang didasarkan pada jenisnya yaitu ... dan ....

4.Teknik seni patung yang digunakan untuk bahan dasar kayu adalah....

5.Batu putih/gunung merupakan bahan seni patung yang digunakan dalam teknik....

6.Relief biasanya menggambarkan adegan dari ....

7.Bahan dasar dalam membuat keramik adalah....

8.Kayu sonokeling, kayu ulin, dan batu padas termasuk dalam jenis bahan....

9.Alat yang digunakan untuk memukul dalam pembuatan patung adalah....

10. Teknik modelling pada pembuatan seni patung dilakukan dengan cara....


Minggu, 26 Juli 2020

RPP MUSIK 9 2019/2020


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan      : SMP N. 1 Moga Pemalang
Mapel                          : Seni Budaya
Kelas/Smt                    : IX/Ganjil
Materi Pokok              : Memahami teknik pengembangan ornamentasi melodis dan ritmis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal.
Alokasi Waktu            : 5 X  pertemuan ( 15 Jam Pelajaran )
    A.  KOMPETENSI INTI
      1.    Menerima, menanggapi, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
     2.    Menghargai perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, rasa ingin tahu, percaya diri, dan motivasi internal, toleransi, pola hidup sehat, ramah lingkungan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam angkauan pergaulan dan keberadaannya
3.    Memahami pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata

B.KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR PENCAPAIAN
3.1        Memahami teknik pengembangan ornamentasi melodis dan ritmis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal

3.1.1  Memahami teknik pengembangan ornamentasi melodis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal
3.1.2  Memahami teknik pengembangan ornamentasi harmonis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal
3.1.3. Memahami prosedur pengembangan ornamentasi melodis dan ritmis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal
3.1.4. Mendeskripsikan macam-macam ornamentasi dalam bentuk vokal

4.1. Mengembangkan ornamentasi ritmis  maupun melodis lagu dalam bentuk vocal solo/tunggal
4.2.1  Mengembangkan ornamentasi ritmis  lagu dalam bentuk vocal solo/tunggal

4.2.2 Mengembangkan ornamentasi melodis lagu dalam bentuk vocal solo/tunggal


C. TUJUAN PELAJARAN
3.1. Mendeskripsikan ornamentasi melodis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal
3.2. Mendeskripsikan ornamentasi harmonis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal
3.3. Mendeskripsikan Pengertian Ornamentasi Melodis dan Ritmis
3.4. Memahami prosedur pengembangan ornamentasi melodis dan ritmis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal
3.5. Mendeskripsikan macam-macam ornamentasi dalam bentuk vokal
 4.1  Mengembangkan ornamentasi ritmis  lagu dalam bentuk vocal solo/tunggal
 4.2. Mengembangkan ornamentasi melodis  lagu dalam bentuk vocal solo/tunggal
Karakter yang diharapkan, Tanggungjawab, jujur dan disiplin


D. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Reguler.
A. Ornamentasi Melodis dan Ritmis Dalam Bentuk Vokal Solo, kategori ornamentasi vokal dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Distorsi
b. Vibrato
c. Tremolo
d. Echo
e. Kopstem /falsetto
2. Alat Musik Ritmis dan Melodis
3. Macam-macam Ornamentasi Melodis dan Ritmis Dalam Lagu
Materi Pengayaan
a. Tremolo
b. Echo
c. Kopstem /falsetto
Materi Remidial
a. Distorsi
b. Vibrato
FILE LENGKAPNYA BISA DI DOWNLOAD 

Kamis, 23 Juli 2020

Latihan Pertemuan ke 1 seni rupa kelas 8


Menggambar model merupakan kegiatan menggambar langsung dari objek benda yang ada di hadapan mata. Dahulu penggunaan istilah menggambar model hanya digunakan untuk menggambar objek dengan model manusia. Namun sekarang terjadi pergeseran makna, istilah menggambar model tidak hanya digunakan pada kegiatan menggambar yang objeknya manusia saja, tetapi juga meliputi model dari bintang, tumbuhan, serta alam benda.
Kegiatan menggambar model akan diawali dengan penentuan objek model yang akan dijadikan objek dalam menggambar. Objek gambar tersebut harus ditata berdasarkan prinsip komposisi, proporsi, keseimbangan, serta irama. Hal ini dilakukan agar nantinya gambar yang diperoleh menjadi satu kesatuan yang utuh. Setelah mempelajari Gambar Model jawablah latihan di bawah ini, apabila mengalami kesulitan dapat didiskusikan dengan teman atau dengan bapak/ibu guru kalian

Latihan ke 2 KD 3.1 Musik Kelas 9


Pada dasarnya teknik-teknik yang digunakan dalam mengembangkan ataupun menciptakan ornamentasi melodis dan ritmis pada sebuah lagu cukup beragam. Setiap pencipta lagu atau komposer biasanya memiliki teknik tersendiri dalam pembuatan atau pengembangan ornamentasi yang disesuaikan dengan keinginannya. Oleh karena itu, dalam penciptaan maupun pengembangan ornamentasi tidak ada patokan atau panduan yang baku. Setelah mempelajari ornamentasi melodis dan ritmis jawablah latihan di bawah ini, apabila mengalami kesulitan dapat didiskusikan dengan teman atau dengan bapak/ibu guru kalian.

Latihan ke 2 Menyanyi Unisono kelas 7

Terimakasih anak-anak kalian sudah mengerjakan tugas dengan baik, itu sebagai bukti bahwa kalian sangat berminat dalam pembelajaran daring ini, namun karena adanya berbagai kendala mungkin ada yang belum bisa mengumpulkan tugas masih kami tunggu hingga pertemuan selanjutnya karena itu merupakan bukti bahwa kalian serius mengikuti pelajaran seni budaya.

latihan pertemuan ke 1 seni rupa kelas 9

Seni lukis merupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang berwujud dua dimensi yang dalam penciptaannya mengolah unsur titik, garis, bidang, tekstur, warna, gelap-terang, dan lain-lain melalui pertimbangan estetik. Melukis merupakan kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) di atas bidang yang datar. Dari pembubuhan cat tersebut diharapkan dapat mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. Nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki oleh pelukisnya. Seni lukis daerah sudah tentu mengandung nilai-nilai budaya daerah yang bersangkutan. Adapun karya seni lukis tradisional yang terdapat di Nusantara diantaranya lukisan kaca, lukisan di atas kain, lukisan batik, lukisan wayang beber, dan lukisan pada wayang kulit (sungging). Di Sumbawa, tradisi lukisan dari nenek moyang terdapat pada nisan berukir, lukisan pada tiang, dinding rumah, dan sebagainya